Minggu, 28 April 2013

Refleksi “Elegi Ritual Ikhlas 18: Menggapai Hati Yang Jernih”



Manusia harus pandai mengelola hati. Hati yang akan mempengarui perilaku kita. Jika hati kita bersih, maka benih-benih kebaikan yang akan selalu tertanam dalam hati kita yang akan berpengaruh pada tingkah laku baik kita. Dan apabila hati kita telah kotor, yang tertanam dalam hati kita adalah hal-hal yang kotor pula. Ketika seseorang telah melakukan suatu perilaku yang tercela, orang tersebut cenderung akan melakukannya hal yang sama dilain waktu. Contohnya ketika seseorang berbohong, ia akan berbohong lagi untuk menutupi kebohongannya. Untuk itu, kita harus pandai-pandai menjaga hati agar tidak tergoda oleh hasutan setan terutama ketika ada suatu masalah, apabila kita tidak pandai menjaga hati maka kita akan mudah marah dan terkadang kurang tepatt dalam mengambil keputusan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar