Dari berbagai
pertanyaan di atas di atas dapat saya simpulkan bahwa dalam pembelajaran,
psikologis sangatlah berpengaruh. Keadaan kejiwaan dan latar belakang peserta
didik yang berbeda membuat kebutuhan pembelajaran yang berbeda pula. Dalam hal
ini guru harus dapat menciptakan suasana pembelajaran yang sesuai dengan
keadaan jiwa peserta didiknya. Guru juga harus memberikan motivasi agar peserta
didik terus bersemangat dalam belajar, terutama pada peserta didik yang sedang
mengalami kesulitan dalam pembelajaran.
Dalam suatu
pembelajaran, hasil bukanlah yang utama. Hasil pembelajaran dengan proses
pembelajaran harus seimbang, tidak dengan cara instan (seperti mencontek) untuk
mendapatkan hasil yang baik tetapi juga dengan proses yang baik. Pembelajaran
matematika yang baik tidak hanya menghasilkan pengetahuan matematika tetapi
juga pengetahuan tentang budi pekerti, seperti kedisiplinan, tanggung jawab,
kemndirian dan laiin sebagainya, dimana sekarang sudah sedikit luntur. Untuk
meningkatkan rasa kedisiplinan pada peserta didik, guru dapat memberikan
hukuman pada peserta didik yang tidak melaksanakan tugas yang diberikan guru,
misalnya tidak mengerjakan PR. Dan untuk meningkatkan semangat peserta didik
guru dapat memberikan hadiah kepada mereka yang dapat mengerjakan soal dari
guru, misalnya menjawab kuis lalu peserta didik di beri hadiah berupa pujian
atau dapat pula berupa benda.
Semoga kelak
guru-guru menjadi lebih inovatif.amin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar