Dari artikel diatas dapat saya simpulkan
bahwa selama ini guru masih menggunakan metode tradisional dalam pembelajaran,
dimana guru memposisikan peserta didik sebagai objek. Guru hanya melakukan rutinitas
mengajar seperti berceramah, memberikan contoh soal, dan menyuruh peserta didik
mengerjakan soal, tanpa memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menggali dan mengembangkan potensi mereka. Disadari atau tidak guru juga lebih
berinteraksi dengan peserta didik yang duduk di barisan depan, yang akan
menimbulkan rasa tidak adil dalam diri peserta didik lainnya. Di dalam kelas
guru juga seolah-olah membatasi kesempatan peserta didik untuk lebih aktif,
dengan hanya berceramah sepanjang pembelajaran. Dengan pembelajaran yang lebih
inovatif yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan menjadikan peserta
didik sebagai subjek dalam pembelajaran, maka akan tercipta pembelajaran yang
lebih menyenangkan, sehingga pelajaran dapat lebih mudah dipahami dan akan
menciptakan rasa senang terhadap matematika dengan sendirinya bukan dari
paksaan seorang guru, tidak hanya itu dengan rasa senang peserta didik juga
tidak akan mudah lupa apa yang telah dipelajari dan setidaknya akan lebih mudah
untuk mengaplikasikannya.
Semoga kelak saya menjadi seorang guru
yang inovatif. Amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar